Monday, August 18, 2008

Dari Ciputat ke California

MEDIA INDONESIA, Selasa, 12 Agustus 2008 00:01 WIB

Dari Ciputat ke California

Penampilan Muhammad Ali sederhana. Pria kelahiran Jakarta, 33 tahun silam itu berhasil meraih gelar philosophy doctor (PhD) dalam bidang History and Politics pada University of Hawaii, Amerika Serikat dengan judul disertasi Religion and Colonialism: Islamic Knowledge in South Sulawesi and Kelantan 1905-1945. Istimewanya lagi, Ali juga berhasil meraih posisi asisten profesor dan dosen University of California, AS pada 2007. Ketertarikan profesor University of California, khususnya di Depertement of Religion Studies, pada sosok Ali tidak hanya pada potensi akademik yang dimilikinya, tetapi juga karena ketajaman analisis ilmiah dan sikap kritis yang terangkum dalam banyak tulisannya di jurnal-jurnal internasional dan media massa. "Mungkin karena saya orang Indonesia, muslim scholar, lantas mereka menyebut saya sebagai Islamisis," katanya. Ketiadaan profesor studi Islam di University of California yang berasal dari Indonesia juga menjadi faktor penentu. Selama ini mereka hanya mengenal Islam dari Arab dan Timur Tengah. Profesor studi Islam di sana rata-rata berasal dari Pakistan, Iran, dan Palestina. Belum lagi sebagai public intellectual, reputasi Ali terangkum dari banyak tulisannya yang dimuat di jurnal internasional. Bagaimana sosok Muhammad Ali mengembangkan tradisi ilmiah? Kebiasaan Ali untuk membaca, menulis, merenung, dan berdiskusi tampaknya berkontribusi pada perjalanan akademik sekaligus kariernya. "Untuk menulis itu harus banyak membaca. Saya tetap menulis, bahkan ketika dalam keadaan sakit selam dua bulan. Badan saya memang sakit, tapi otak saya tidak," tuturnya. A. Fernandes/T-2

http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjI1MDk=

2 comments:

azmi said...

assalamualikum,,
tolong doain ya ka ali, moga ami semujur ka ali,,

ami yakin generasi ami dipacu peluang, bukan rasa cemas, dipicu energi positif, bukan energi negatif.

meski komitmen dan usaha masih sederhana, moga nanti selalu cukup tersedia, amin,,

Muhamad Ali said...

terima kasih Ami. Anything is possible.

Persiapkan terus demi masa depan Ami.